Sabtu, 18 Februari 2017

PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI AKUNTANSI

PIHAK-PIHAK YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI AKUNTANSI
                Informasi akuntansi sangat dibutuhkan untuk mengambil keputusan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal. Berikut ini merupakan pihak internal dan pihak eksternal pemakai informasi akuntansi.
a.     Pihak internal (internal user)
Adalah pinpinan perusahaan (manajemen) sebagai dasar untuk memnuat perencanaan, membut kebijakan dimasa yang akan datang, mengadakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan yang dikelolanya, dan mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai.
b.     Pihak ekstern (external user)
1.       Pemilik perusahaan : pedoman bagi pemilik perusahaan untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan dan menilai keberhasilan selama periode tertentu.
2.       Investor  : untuk menilai prospek usaha suatu perusahaan, bagaimana posisi keuangan perusahaan tersebut, sehingga dapat mengambil keputusan dalam melakukan investasi pada perusahaan yang bersangkutan.
3.       Para pegawai  /kariawan : untuk mengetahui keadaan perusahaan karena kepentingan atas kelangsungan hidup perusahaan dan jaminan social yang diharapkan.
4.       Para kreditur : untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pemberian kredit.
5.       Pemerintah : untuk tujuan penentuan besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan dan untuk pengawasan pajak.
6.       Rekanan : untuk mengetahui kelangsungan perusahaan.

7.       Masyarakat : sangat berkepentingan dengan kesempatan dan lowongan kerja yang ada pada perusahaan.

HAKIKAT AKUNTANSI

                               HAKIKAT AKUNTANSI
1. Pengertian Akuntansi
                Secara singkat akuntansi dapat diartikan sebagai  The Languange of Busines atau dunia usaha. Dunia usaha, baik perusahaan perseorangan, perseroan terbatas maupun perusahaan milik pemerintah sangat berkepentingan untuk mengambil keputusan yang tepat alam mengalokasikan sumber dana yang dimilikinya, untuk itu dibutuhkan akuntansi.
Kegiatan-kegiatan akuntansi
a. Pencatatan (Recording)
                adalah kegiatan untuk mengadakan pencatatan atas transaksi keuangan perusahaan yang terjadi kedalam dokumen (bukti transaksi, seperti: nota, kwitansi, cek dan lain-lain) kedalam buku harian (jurnal)yang tersedia pada perusahaan dengan cermat dan kronologis. Contoh: transaksi pembelian secara tunai dicatat kedalam jurnal pengeluaran kas.
b. Penggolongan/pengklasifikasian (classifying)
                penggolongan merupakan kegiatan mengelompokan transaksi keuangan perusahaan kedalam perkiraan buku besar. Contoh: transaksi penjualan secara tunai dicatat kedalam jurnal penerimaan kas dan digolongkan keperkiraan buku besar kas.
c. Peringkasan/pengikhtisaran (summarizing)
                merupakan kegiatan untuk meringkas transaksi keuangan yang sudah digolongkan ke buku besar (pada bagiab b) kedalam neraca saldo.
d. Pelaporan (Reporting)
                adalah meyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahaan modal/ekuitas, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan.